Archive for the ‘pendidikan bahasa’ Tag

Puisi Sebagai Metode Alternatif dalam Pembelajaran Bahasa Inggris

Munjin *)

*) Penulis adalah Magister Pendidikan Islam (M.Pd.I.), dosen tetap Jurusan Tarbiyah (Pendidikan) STAIN Purwokerto.

Abstract:

There is still a notion stated by some students that English language is difficult and bored It is like a big monster which has always to be avoided, moreover it is to be one of the National Final Examination materials, English can make them upset dan frustrate. Why do the students sill have an opinion like this? The answer is that the teachers still use, in teaching English, traditional method and strategy which are unapropriate to the students’ demand. Poem as a material of teaching is, according to the writer, considered as a method which can increase students’ interest in studying English. Because the teaching will run in a joyful atmosphere, there is no burden on students’ shoulders

Keywords: Poem, Method, and Teaching English.

Pendahuluan
Sebagaimana kita ketahui, tujuan pembelajaran bahasa Inggris adalah dikuasainya empat kemampuan berbahasa, yakni berbicara, menulis, membaca, dan mendengar. Namun pada kenyataannya, meskipun kurikulum sudah didesain sedemikian rupa untuk mencapai tujuan dimaksud, pembelajaran yang berlangsung sebagian besar masih timpang. Artinya, pembelajaran itu hanya menonjolkan salah satu kemahiran saja, bahkan tidak jarang malah hanya aspek tata bahasa atau grammar-nya yang diajarkan. Pembelajaran bahasa yang seperti ini tidak lain adalah pembelajaran tentang bahasa, bukan bagaimana berbahasa.

Padahal, di dalam kurikulum bahasa Inggris telah diamanatkan bahwa tujuan pembelajaran bahasa adalah kebermaknaan dan fungsi komunikasi.1 Hal ini berarti pembelajaran bahasa harus didesain sedemikian rupa agar peserta didik pada gilirannya dapat menggunakan bahasa tersebut sebagai alat komunikasi, baik secara lisan maupun tulisan. Oleh karena itu, untuk mencapai basil pembelajaran tersebut, pemilihan metode, pendekatan, strategi, serta media memegang peran yang penting.

Baca selengkapnya: 9-Puisi Sebagai Metode Alternatif – munjin

Advertisements

Metode Pembelajaran Bahasa Arab: antara Tradisional dan Modern

Sapri *)

*) Penulis adalah Master of Arts (M.A.), Dosen matakuliah Bahasa Arab, Fak. Tarbiyah, IAIN Sumatera Utara.

Abstract:

Teaching method is one of educational elements. The exist of a good method in the teaching learning process is to be because it can help to get hope goal of an instructional. In Arabic instructional, a teacher must use various method
throught it is conventional or modern.

Keywords: Teaching method, Arabic language, modern, traditional.

Pendahuluan
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan pengajaran sehingga ia dapat berkembang secara sempurna. Ada dua buah konsep kependidikan yang berkaitan dengan lainnya, yaitu belajar (learning) dan pembelajaran (intruction). Konsep belajar berakar pada pihak peserta didik sedangkan konsep pembelajaran berakar pada pihak pendidik.

Dalam proses belajar-mengajar (PBM) bahasa Arab akan terjadi interaksi antara peserta didik dan pendidik. Peserta didik adalah seseorang atau sekelompok orang sebagai pencari dan penerima pelajaran yang dibutuhkannya. Pendidik adalah seseorang atau sekelompok orang yang berprofesi sebagai pengolah kegiatan belajar-mengajar dan seperangkat peranan lainnya, yang memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar-mengajar yang efektif.

Kegiatan belajar-mengajar bahasa Arab melibatkan beberapa komponen, yaitu peserta didik, guru (pendidik), tujuan pembelajaran, isi pelajaran, metode mengajar, media, dan evaluasi. Tujuan pembelajaran adalah perubahan perilaku dan tingkah laku yang positif dari peserta didik setelah
mengikuti kegiatan belajar-mengajar, baik perubahan secara psikologis dalam tingkah laku (over behaviour), motorik, maupun gaya hidupnya.

Baca selengkapnya: 6-Metode Pembelajaran bahasa arab – sapri

Penggunaan Bahasa Asing dalam Konteks Pendidikan Bahasa di Indonesia

Suwartono *)

*) Penulis adalah Dosen Program Studi Bahasa Inggris,  FKIP, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Abstract:

This paper presents issues on foreign language use in the context of language education in Indonesia. Some  people believe that our “old” language(s) would only hinder the acquisition of a “new” one. Whatever the reason it is wrong to  leave the language(s) we have already acquired in attempt to acquire a new one. Even, in the case of our national language,  Indonesian, we have to preserve it, develop it and, when possible, upgrade its position among the important languages of the  world. One way is by using it properly for communication while learning another (foreign) language. Just as any other skills  acquisition, the key to success in a foreign language learning is practice. Since foreign language learning environment is in  general  not  conducive  to  have  automatic  practices,  hard,  deliberate  efforts  are  frequently  required  for  compensation.  Unfortunately, only few learners do this. Therefore, our discussion is centered around learner strategies. In relation with this,  foreign language teacher professionalism is crucial . Classroom activities he/she develops should be able to create setting for
target  language  intensive use and build  learner autonomy – a condition scarcely observed  in our  language classrooms.

Keywords: foreign language, use, context, and language education.

Pendahuluan
Sejumlah bahasa asing, selain bahasa Inggris, telah diajarkan dan dipelajari di Indonesia dewasa ini,  seperti bahasa Jerman, Perancis, Belanda, Spanyol, Jepang, dan yang sudah sangat lama, bahasa Arab,  atau yang baru mengalami pertumbuhan pesat bahasa Cina (Mandarin). Di beberapa tempat, bahasa  Korea  juga  tengah diminati. Sebagai bahasa  asing, bahasa-bahasa  ini umumnya dipelajari di dalam  ruang-ruang kelas, baik dalam jalur pendidikan formal melalui lembaga persekolahan dan perguruan  tinggi,  maupun  jalur  nonformal  seperti  kursus  dan  pelatihan.  Barangkali,  tidak  banyak  orang  di  Indonesia  belajar  bahasa  asing  secara  informal,  yaitu mengembangkan  sendiri  bahasa  asing  yang  dipelajari di  luar  ruangan-ruangan kelas. Kondisi pembelajaran seperti  ini  tentu saja berbeda dengan
kondisi yang dijumpai di lingkungan-lingkungan yang menggunakan bahasa-bahasa tersebut sebagai  bahasa kedua atau bahkan bahasa pertama.

Lingkungan  yang  ideal  bagi  pemerolehan  bahasa  adalah  wilayah  yang  masyarakatnya,  entah  sebagian atau seluruhnya, menggunakan bahasa itu untuk komunikasi sehari-hari. Bukan saja bahasa itu  digunakan dalam komunikasi lisan, melainkan sejauh mata memandang, termasuk kultur yang melatari  penggunaan bahasa itu juga berperanan dalam penguasaan bahasa. Konkretnya, belajar bahasa Inggris  di  negara  Inggris  (sebagai  bahasa  pertama)  atau  di  Singapura  (sebagai  bahasa  kedua)  akan  lebih  mangkus dan sangkil dibandingkan dengan di Indonesia.

Baca selengkapnya: 8-penggunaan-bahasa-asing-dalam-konteks-pendidikan-bahasa-suwartono