Pesantren dan Pluralisme: Upaya Modernisasi Pendidikan Pesantren Menuju Masyarakat Madani

Muhammad Muntahibun Nafis *)
*) Penulis adalah dosen tetap di STAIN Tulungagung; sedang menyelesaikan Program Doktor, Prodi Studi Islam, Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Abstract:

Pesantren is one of the indigenous institutions of religious education in Indonesia that still exists until recently. Therefore, its role in constructing and developing society as its essential duties is always questioned. However, at least, its sustainable indicates that it fits to fulfill and dialogue with the dynamics society. In other words, it can be regarded as an institution that does not only successfully anticipate, receipt and adopt social developments but also integrates them within its essential tradition and values. This paper just focuses on how pesantren develops its values and tradition to respect plurality. As a result, pesantren has some philosophies and practices supporting in realizing multicultural and plural societies. In this sense, we still have great hope to pesantren roles in developing civilized society.

Keywords: Pesantren, Modernization, Plurality, Civilized Society.

Pendahuluan
Masyarakat madani adalah sebuah bentuk masyarakat ideal yang sangat didambakan keberadaannya oleh seluruh kalangan masyarakat, khususnya di Indonesia ini. Sudah banyak sekali pakar dan ahli yang mencoba memberikan sumbangan pemikiran demi terwujudnya masyarakat madani atau civil society. Salah satu yang dapat diusahakan adalah melalui jalur pendidikan, khususnya pendidikan Islam. Pendidikan dianggap merupakan sarana yang masih efektif dan tepat untuk membangun tatanan masyarakat yang ingin berkembang, untuk tidak mengatakan berubah total.

Nurcholish Madjid berpandangan bahwa salah satu elemen yang dapat mewujudkan masyarakat madani di Indonesia adalah masyarakat pesantren dengan seluruh elemen dan pendidikannya. Pesantren adalah lembaga yang unik dan mengagumkan. Berbagai pihak menaruh harapan kepada dunia pesantren sebagai gerbong penarik terwujudnya masyarakat yang madani. Institusi pendidikan yang mampu berperan dalam menyongsong masyarakat madani adalah institusi pendidikan yang mempunyai unsur perpaduan antara nilai keislaman, keindonesiaan, dan keilmuan. Perpaduan tiga dimensi itu dijadikan landasan filosofis dalam memodernisasi pendidikan Islam seperti pesantren. Dengan modernisasi, pesantren diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kecerdasan intelektual dan spiritual. Langkah ini, pada gilirannya akan melahirkan sumber daya manusia Indonesia masa depan yang mencerminkan kualitas civility sebagai prasyarat dalam masyarakat madani yang memiliki komitmen keislaman, keilmuan, dan kebangsaan.1

Baca Selengkapnya: 6-Pesantren dan Pluralisme – m mutabihun nafis

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: