Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini

Moh. Roqib *)
*) Penulis adalah ustadz pesantren, dosen tetap Jurusan Tarbiyah, dan Pembantu Ketua I STAIN Purwokerto. Saat ini sedang menunggu ujian disertasi program Doktor (S-3) di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Abstract:

Today, we have to be more alert because media and technology tend to facilitate free sex behavior, that more sophisticate and easy to access. One example is via cellular phone, with parent and government more permissive to it. Giving sex education early is because human basic character forming is at children age. Psychoanalyst shows that early years of children growth giving effect to children basic character growth. Wrong education can affect and became cause of sexual deviation on their next phase of life. Early age sex education can became mean of undeviating sexual apprehension and act, positively.

Keywords: sexual education, early age.

Pendahuluan
Keresahan orangtua terhadap perkembangan free sex sudah sampai pada kondisi darurat yang harus mendapatkan penanganan khusus dari berbagai pihak terutama tokoh agama, aktivis pendidikan, dan pemerintah yang mendapatkan amanah dari rakyat untuk menyejahterakan dan membahagiakan kehidupan warga-bangsanya.1 Perhatian harus ditingkatkan karena perkembangan media dan fasilitas yang menjurus ke free sex saat ini semakin canggih, lengkap, dan mudah diakses oleh masyarakat miskin sekalipun. Fasilitas dan media yang berpotensi merusak moralitas generasi ini tidak berimbang dengan kebijakan dan tanggap darurat yang dimiliki oleh pemerintah juga tokoh-tokoh pendidikan dan agama. Perebutan dominasi ke arah kebebasan negatif dimungkinkan akan terjadi jika tidak segera dilakukan antisipasinya dengan cerdas.

Media elektronik semacam TV, video, CD, film, internet, HP, dan media cetak seperti koran, majalah, tabloid, brosur, foto, kartu, kertas stensilan yang berbau porno dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, dan semakin terbuka dan mudah, tanpa ada pengendalian yang memadai. Orangtua dan pemerintah semakin permisif dan seakan memberikan “dukungan”, karenanya produk “kelam” ini cukup laris di pasaran.

Pelayanan mudah terkait dengan yang serba mesum bisa dipuaskan lewat lokalisasi, tempat remangremang, konsultasi seks lewat sms, dan telepon, sampai pada pemanfaatan tempat rekreasi dan hotel atau penginapan. Sudah menjadi rahasia umum, kondisi ini didiamkan oleh pemerintah atau anggota legislatif yang menangani penertiban dan penyembuhan penyakit masyarakat itu. Teguran Tuhan dengan menurunkan berbagai penyakit kelamin yang ganas dan mematikan seperti HIV/AIDS belum direspon baik oleh manusia sehingga semua komponen belum kompak tergugah untuk bergerak bersama menyelamatkan bangsa dan generasi muda.

Baca Selengkapnya: 7-Pendidikan Seks pada anak usia dini – m roqib

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: