Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Subur *)

*) Penulis adalah Magister Agama (M.Ag.), dosen tetap dan Ketua Jurusan Pendidikan (Tarbiyah) STAIN Purwokerto.

Abstract:

“Language as a tool, not as a goal” becomes the most basic principal of designing communicative approach in the learning of foreign language. In this way, teaching foreign language should make students not only have receptive competence but also demonstrative one. The problem that mostly comes is merely related to how to design and handle such way in the real teaching. This paper just gives an alternative perspective in applying a communicative approach in learning Arabic.

Keywords: language, communicative approach, instructional design, and learning process.

Pendahuluan
Secara sosiolinguistik, bahasa dan masyarakat adalah dua hal yang saling berkaitan, keduanya memiliki hubungan mutualistik; antara yang satu dengan yang lain saling ada ketergantungan, membutuhkan, dan menguntungkan. Ujaran dan bunyi jelas disebut sebagai bahasa jika berada dan digunakan oleh masyarakat. Demikian pula, masyarakat tidak dapat eksis dan bertahan (survive) tanpa adanya bahasa yang digunakan sebagai alat berinteraksi dan berkomunikasi di antara mereka.
Bahkan, lembaga–lembaga yang dibentuk oleh anggota masyarakat pun dipertahankan dan dikembangkan dengan menggunakan alat yang bernama bahasa. Jadi, tiada aktivitas dalam kehidupan ini yang dapat dipisahkan dari bahasa.1

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan dalam menggunakan bahasa sebagai media komunikasi merupakan salah satu kunci dan dasar keberhasilan manusia dalam hidupnya.2 Di sini, bahasa dipahami dengan sangat praktis dan fungsional sebagai alat komunikasi, mengingat sebagian besar waktu hidup manusia digunakan untuk berkomunikasi. Bahkan, komunikasi mempengaruhi dan menjadi standar kesehatan seseorang, baik secara sosiologis maupun psikologis.3

Peran bahasa bagi kehidupan manusia demikian penting sehingga pengajaran bahasa menuntut kecermatan, tujuannya agar bahasa bermakna fungsional. Oleh karena itu, terdapat perbedaan filosofi antara belajar berbahasa dengan belajar pengetahuan yang lain. Belajar pengetahuan pada umumnya, seseorang dituntut untuk mengetahui secara kognitif, afektif, dan psikomotor. Berbeda dengan belajar berbahasa (mendengar, membaca, berbicara, dan menulis) yang merupakan alat ekspresi dan komunikasi, maka seseorang dituntut untuk belajar mengaplikasikan bahasa itu sendiri dalam berekspresi dan berkomunikasi sehari-hari.4 Bahasa bukan hanya dipelajari secara teoretik, melainkan dipelajari secara praktis dan fungsional. Dalam pembelajaran berbahasa, apalah arti sebuah konsep dan teori, jika tidak pernah dipergunakan/dipraktikkan dalam interaksi sosial di masyarakat.

Baca Selengkapnya: 4-Pendekatan Komunikatif – subur

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: