Komersialisasi dan Tanggung Jawab Pendidikan: Sekelumit Pembicaraan

Wan Anwar *)

*) Penulis adalah Magister Humaniora (M.Hum.) lulusan S-2 Ilmu Sastra FIB Universitas Indonesia. Kini mengajar sastra di Jurusan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Tirtayasa (Untirta) Banten, dan menjadi editor majalah sastra Horison. Bukunya yang sudah ditulis: Sebelum Senja Selesai (2002), Sepasang Maut (2004), Kuntowijoyo dan Dunianya (2006).

Abstract: One of crucial pictures of our education recently is expensive education expense. This happen parallel with pragmatism mental on every side of social life. Commercialization and capitalism often become cause of human values destruction that actually should to be preserved by education. Therefore, we have to do awareness movement to change attitude and action of education’s actor. BHP and BHMN (State’s owner legal institution) status, that giving autonomy to education institution to raise fund from community shouldn’t accentuate commercialization of education at school or campus. Its
also prevail on entrepreneurial university that its network source from global market capitalism expansion. School and campus must revitalize its public and humanity responsibility to independent, quality, creative, and responsible human. According to Kuntowijoyo, education task and responsibility is on humanizing human (humanization) effort, liberation, and spiritualizing human (transcendent).

Keywords: pragmatism, education commercialization, capitalism, BHP-BHMN, entrepreneurial university, dehumanization, awareness movement, and humanization liberation-transcendent.

Pengantar
Salah satu potret dunia pendidikan yang belakangan ini menggelisahkan adalah mahalnya biaya pendidikan. Sementara itu, jumlah orang miskin semakin bertambah, jurang kaya-miskin tambah menganga. Rakyat miskin yang “dilumpuhkan” oleh berbagai kebijakan dan struktur negara, akhirnya
harus pula dilindas oleh dunia pendidikan. Hal ini berarti, langsung tidak langsung, pengelola negara mengkhianati rakyatnya, si kaya menghisap si miskin, kaum terpelajar menindas orang-orang yang tidak mampu mengenyam pendidikan.

Berkaitan dengan pernyataan di atas, perlu ditegaskan bahwa masalah penting dalam dunia pendidikan yang harus terus dibicarakan adalah pergumulan dua kekuatan tidak terhindarkan: kuasa yang menindas dan perjuangan manusia untuk bebas! Dalam pergumulan itulah, dua kenyataan mengemuka: pendidikan kita terpuruk, meskipun “idealisme” masih tampak bergelora dalam diri sebagian pelaku atau pengelolanya. Sejumlah potret carut-marut dunia pendidikan tidak sulit ditunjukkan dan berbagai kritik terhadap kenyataan itu hingga kini terus bergulir. Inilah yang cukup melegakan, masih ada sekelompok orang yang menghasratkan perbaikan di tengah kebanyakan orang tenggelam di dalam rawa-rawa kemapanan.

Baca selengkapnya: 3-Komersialisasi dan tanggung jawab pendidikan – wan anwar

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: