Pengembangan Instrumen Evaluasi Domain Afektif

Rohmad Qomari *)

*) Penulis menyelesaikan S-1 di IAIN Sunan Kalijaga Fakultas Tarbiyah dan S-2 Universitas Negeri Yogyakarta. Sejak Oktober 2003 menduduki jabatan Lektor Kepala di STAIN Purwokerto. Sekarang sedang mengikuti Program Doktor By Research di UIN Yogyakarta.

Abstract:

To carry out evaluation comprehensively, we need appropriate instrument that suitable with domain that being evaluated. Evaluation instrument development with test has been conducted by experts. These instruments were only suitable to measure cognitive domain and part of psychomotor domain. To measure affective domain, we need to develop non-test evaluation instrument (alternative test). The development of this instrument tends to more difficult and complicated compare with instrument test evaluation instrument. Therefore, it does necessitate a through study to derive and elaborate affective domain to specific aspect to develop valid and reliable instrument.

Keywords: evaluation instrument, affective domain, reliable.

Pendahuluan
Pembelajaran adalah perubahan dalam diri seseorang yang merupakan hasil pengalaman. Perubahan pada seseorang tersebut dapat dilihat pada aspek behavioral dan kognitif. Para ahli psikologi behavioral seperti J.B. Watson, E.L. Thorndike, dan B.F. Skinner menegaskan bahwa pembelajaran merupakan perubahan perilaku, yang dengannya seseorang bertindak dalam satu situasi tertentu. Sebaliknya, para psikolog kognitif seperti Jean Piaget, Robert Claser, John Anderson, dan David Ausumbel mengatakan bahwa pembelajaran merupakan proses internal yang tidak dapat diobservasi secara langsung. Menurut pandangan kognitif pembelajaran merupakan perubahan dalam kemampuan seseorang untuk me0respons satu situasi tertentu.1

Terdapat bermacam-macam model desain pembelajaran, misalnya model yang dikembangkan oleh Winarno Surakhmad, Winkel, Hisyam Zaini dkk., Briggs dan Wager, Gerlach dan Ely, dan Kemp.2 Dari model-model desain tersebut komponen dan polanya antara yang satu dengan lainnya terdapat perbedaan. Meskipun demikian, dari berbagai desain pembelajaran tersebut terdapat komponen-komponen yang termasuk komponen pokok, yaitu tujuan, materi, strategi, media, dan evaluasi. Tujuan3 adalah sesuatu yang ingin dicapai; materi adalah bahan yang dipelajari siswa atau diajarkan guru kepada siswa; strategi adalah langkah-langkah yang ditempuh siswa dan/atau guru dalam mempelajari (guru=mengajarkan) materi pelajaran untuk mencapai tujuan; media adalah sarana untuk memudahkan pencapaian tujuan; dan evaluasi adalah proses untuk mengetahui
pencapaian hasil dan efektivitas pembelajaran. Dengan demikian, evaluasi merupakan salah satu komponen pokok yang selalu ada dalam pembelajaran. Dengan kata lain, pembelajaran tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan evaluasi.

Baca selengkapnya: 7-pengembangan-instrumen-evaluasi-domain-afektif-rohmad-qomari

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: