Penggunaan Bahasa Asing dalam Konteks Pendidikan Bahasa di Indonesia

Suwartono *)

*) Penulis adalah Dosen Program Studi Bahasa Inggris,  FKIP, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Abstract:

This paper presents issues on foreign language use in the context of language education in Indonesia. Some  people believe that our “old” language(s) would only hinder the acquisition of a “new” one. Whatever the reason it is wrong to  leave the language(s) we have already acquired in attempt to acquire a new one. Even, in the case of our national language,  Indonesian, we have to preserve it, develop it and, when possible, upgrade its position among the important languages of the  world. One way is by using it properly for communication while learning another (foreign) language. Just as any other skills  acquisition, the key to success in a foreign language learning is practice. Since foreign language learning environment is in  general  not  conducive  to  have  automatic  practices,  hard,  deliberate  efforts  are  frequently  required  for  compensation.  Unfortunately, only few learners do this. Therefore, our discussion is centered around learner strategies. In relation with this,  foreign language teacher professionalism is crucial . Classroom activities he/she develops should be able to create setting for
target  language  intensive use and build  learner autonomy – a condition scarcely observed  in our  language classrooms.

Keywords: foreign language, use, context, and language education.

Pendahuluan
Sejumlah bahasa asing, selain bahasa Inggris, telah diajarkan dan dipelajari di Indonesia dewasa ini,  seperti bahasa Jerman, Perancis, Belanda, Spanyol, Jepang, dan yang sudah sangat lama, bahasa Arab,  atau yang baru mengalami pertumbuhan pesat bahasa Cina (Mandarin). Di beberapa tempat, bahasa  Korea  juga  tengah diminati. Sebagai bahasa  asing, bahasa-bahasa  ini umumnya dipelajari di dalam  ruang-ruang kelas, baik dalam jalur pendidikan formal melalui lembaga persekolahan dan perguruan  tinggi,  maupun  jalur  nonformal  seperti  kursus  dan  pelatihan.  Barangkali,  tidak  banyak  orang  di  Indonesia  belajar  bahasa  asing  secara  informal,  yaitu mengembangkan  sendiri  bahasa  asing  yang  dipelajari di  luar  ruangan-ruangan kelas. Kondisi pembelajaran seperti  ini  tentu saja berbeda dengan
kondisi yang dijumpai di lingkungan-lingkungan yang menggunakan bahasa-bahasa tersebut sebagai  bahasa kedua atau bahkan bahasa pertama.

Lingkungan  yang  ideal  bagi  pemerolehan  bahasa  adalah  wilayah  yang  masyarakatnya,  entah  sebagian atau seluruhnya, menggunakan bahasa itu untuk komunikasi sehari-hari. Bukan saja bahasa itu  digunakan dalam komunikasi lisan, melainkan sejauh mata memandang, termasuk kultur yang melatari  penggunaan bahasa itu juga berperanan dalam penguasaan bahasa. Konkretnya, belajar bahasa Inggris  di  negara  Inggris  (sebagai  bahasa  pertama)  atau  di  Singapura  (sebagai  bahasa  kedua)  akan  lebih  mangkus dan sangkil dibandingkan dengan di Indonesia.

Baca selengkapnya: 8-penggunaan-bahasa-asing-dalam-konteks-pendidikan-bahasa-suwartono

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: