Dari Teacher-Centered Learning ke Student-Centered Learning

Rahmini Hadi *)

*) Penulis  adalah  sarjana  ekonomi  manajemen,  staf  administrasi  di  Pusat  Sumber  Belajar (PSB)  Sekolah Tinggi Agama  Islam Negeri  (STAIN) Purwokerto.  Saat  ini  tengah menempuh  pendidikan di Program Magister Sains Ekonomi Manajemen, Program Pascasarjana Universitas  Jenderal Soedirman.

Abstract:

Learning  system  in  almost  every  higher  education  in  Indonesia  still  one-directional  have character, namely  lesson giving by  lecturer. This  learning system known as Teacher Centered Learning (TCL)  model,  that  unfortunately  make  passive  student  that  only  listening  lecture  so  his  creativity underdeveloped  or  even  uncreative.  Therefore,  this  system  must  be  change  with  Students  Centered Learning  (SCL)  learning  system model.  In SCL  learning  system,  student being  demanded active doing
assignment  and  discussed  with  lecture  as  facilitator.  If  student  active,  their  creativity  will  develop  and grow. This condition will encourage  lecturer  to advance  their knowledge and  lesson content, adjusting  it
with  science  and  technology  improvement.

Keywords: learning  system,  higher  education,  Teacher Centered Learning, Students Centered Learning.

Pendahuluan
Apabila kita amati cara-cara seseorang dalam belajar, tampak bahwa terdapat variasi di dalam cara belajarnya. Ada yang belajar sambil berada pada kondisi yang ramai, misalnya mendengarkan musik  atau menonton  televisi. Sebaliknya, ada yang hanya dapat belajar bila suasana sunyi sehingga suara berisik sedikit saja menjadi gangguan dan membuyarkan konsentrasi. Ada pula yang dapat memahami materi hanya dengan duduk tenang, mendengarkan dosen menjelaskan materi perkuliahan. Namun, ada
cara  belajar  dengan membaca  berulang-ulang  sehingga  ada  yang  betah  dalam waktu  relatif  lama membaca buku di perpustakaan. Variasi  cara belajar  lain  adalah mendiskusikan  setiap materi yang sedang berusaha dipelajari, yang berimplikasi pada waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan  tersebut. Bahkan,  ada lagi yang tidak hanya mencatat tetapi mencorat-coret catatannya sedemikian rupa seakan-akan ingin memvisualisasikan pemahamannya.

Baca selengkapnya: 9-dari-teacher-centered-learning-student-centereded-learning-rahmini-hadi

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: