Proses Sebagai Bagian Terpenting dalam Dunia Pendidikan

Asef Umar Fakhruddin *)

*) Penulis adalah alumni Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, Direktur komunitas Ulul Albab Yogyakarta.

Abstract:

An effort to cultivate process spirit to student has to be done patiently. That process will make them remember that success is an accumulation of ability to solve the problem. Big success is an accumulation of little successes. Long-term objective achieved with midterm and short-term effort. Every success full people have reached his point with process full of strategy, struggle, patience and
perseverance. Participative education enriched with process will teach student to think critical and open mind.

Keywords: process, education.

Pendahuluan
Masih banyaknya anggapan yang menyatakan bahwa hasil pendidikan dilihat dari kognisi peserta didik, perlu mendapatkan perhatian serius. Pasalnya, jika anggapan ini dibiarkan terus mengecambah, eksesnya sangat tidak baik dalam kegiatan belajar-mengajar. Guru (pendidik) akan mendorong anak didik untuk terus mengasah kemampuan intelektualitasnya, namun mengesampingkan pengasahan rasa hati dalam melakukan pola pikir dan pola sikap. Begitu juga
dengan peserta didik. Mereka akan menganggap remeh proses dan menjadikan hasil sebagai orientasi utama. Jika hal terjadi, pendidikan hanya akan menghasilkan generasi-generasi yang kering jiwanya. Jiwa seperti ini akan selalu merasa kesulitan dalam merespon setiap dinamika yang menggelayutinya. Akibat lain adalah mereka kurang memiliki kepekaan terhadap diri dan kehidupannya.

Dengan demikian, bimbingan terhadap para anak didik agar menjadikan proses sebagai bagian terpenting dalam kegiatan belajar-mengajar atau dalam dunia kependidikan merupakan sebuah keniscayaan. Para pendidik dan semua elemen dalam sebuah instirusi pendidikan mempunyai tugas seperti di atas; menanamkan semangat berproses dalam diri anak didik.

Tujuan utama dalam pendidikan pada dasarnya untuk melahirkan generasi generasi yang melakukan banyak aksi, sekaligus banyak memiliki sense of self and life yang kuat. Semua itu dapat terealisasi jika semangat “proses” menjadi spirit langkah dan renungnya. Sebaliknya, apabila anak didik hanya diajarkan untuk memakan sesuatu yang instan, maka dunia pendidikan, secara umum, akan memetik hasilnya tidak hanya berupa generasi yang sedikit aksi kreatif, namun juga generasi yang miskin periksa.

Baca artikel selengkapnya: 7-proses-sebagai-bagian-terpenting-dalam-dunia-pendidikan-asef-umar

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: