Urgensi Implementasi Pendidikan Multikultural di Sekolah

Iis Arifudin *)

*) Penulis adalah Magister Agama (M.Ag.), dosen UIN Bandung, dan DPK di Fakultas Agama Islam UNWIR
Indramayu.

Abstract:

Indonesian nation consist of many kind of culture, ethnic, race, religion, etc. At one side
that diversity is a treasure of Indonesian, but at other side it triggers social conflict. Conflict that
happens about three decade of New Order power is because our education always teaching similarity
(uniformity) and averse plurality. Therefore, this paper suggested multicultural education as solution to
this problem. Multicultural education has to be implemented on learning process at school. It not
necessarily became separated lesson, but can integrated to every lesson. Multicultural education is a
process to cultivating attitude to respect each other, honest, and tolerant to cultural diversity that exit
on the plural society. With multicultural education we hope there’s toughness and flexibility of this
nation to face the clash of social conflict.

Keywords: multicultural, respect to diversity, and tolerance.

Pendahuluan
Pelaksanaan pemerintahan Orde Baru selama tiga dasawarsa menerapkan kebijakan yang
sentralistis dengan pengawalan yang ketat terhadap isu perbedaan berakibat telah menghilangkan
kemampuan masyarakat untuk memikirkan, membicarakan, dan memecahkan persoalan yang
muncul dari perbedaan secara terbuka, rasional, dan damai. Kekerasan antarkelompok yang
meledak secara sporadis di akhir tahun 1990-an di berbagai kawasan di Indonesia menunjukkan
rentannya rasa kebersamaan yang dibangun dalam negara-bangsa, betapa kentalnya prasangka
antarkelompok, dan betapa rendahnya saling pengertian antarkelompok. Hal ini tidak bisa lepas dari
proses pembelajaran yang dilaksanakan pada masyarakat Indonesia yang cenderung kurang
menekankan pentingnya menghargai perbedaan. Sejak dulu pendidikan kita mengajarkan dan
menekankan persamaan (keseragaman) bukan menghargai perbedaan.
Indonesia adalah suatu negara yang terdiri dari berbagai kelompok etnis, budaya, suku, dan
agama sehingga Indonesia secara sederhana dapat disebut sebagai masyarakat multikultural. Akan
tetapi, di lain pihak, realitas multikultural tersebut berhadapan dengan kebutuhan mendesak untuk
merekonstruksi kembali kebudayaan nasional Indonesia yang dapat menjadi integrating force yang
mengikat seluruh keragaman etnis dan budaya tersebut.
Pluralisme pasti dijumpai dalam setiap komunitas masyarakat. Teristimewa pada saat ini, ketika
teknologi transportasi dan komunikasi telah mencapai kemajuan pesat. Kemajemukan merupakan
inevitable destiny di tingkat global maupun di tingkat bangsa-negara dan komunitas. Secara teknis
dan teknologis, kita telah mampu untuk tinggal bersama dalam masyarakat majemuk. Namun
demikian, spiritual kita belum memahami arti sesungguhnya dari hidup bersama dengan orang yang
memiliki perbedaan kultur yang antara lain mencakup perbedaan dalam hal agama, etnis, dan kelas
sosial.

Baca artikel selengkapnya: 6-urgensi-implementasi-pendidikan-multikultural-di-sekolah-iis-arifudin

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: