Strategi Pembelajaran Era Digital

Fajar Hardoyono *)

*) Penulis adalah dosen STAIN Purwokerto, mahasiswa S-2 Jurusan Ilmu-ilmu MIPA, Program Studi Fisika Terapan Bidang Elektronika Instrumentasi dan Jaringan Komputer, Sekolah Pascasarjana UGM.

 

Abstract:

The most important devices for digital campus development are computer network, Internet, and content. Computer network and Internet depend on the outside factors, i.e. vendors and technology suppliers. The last devices depend on the internal factor but it must be suitable by the users. The users in digital campus include all of the students, lectures, and the non-academic staff. This paper is not only to propose how to manage the content of digital learning but also to propose the digital learning model and the development of cyber campus in State College of Islamic Studies of Purwokerto, Central Java.

Keywords: digital campus, computer network-internet-content, and digital learning model.

 

Pendahuluan

Kebijakan pengembangan cyber kampus merupakan petunjuk kuat bahwa STAIN Purwokerto akan memasuki era kampus digital. Apakah kampus digital lebih unggul dibandingkan kampus tradisional? Suatu pertanyaan menantang yang tergantung dari definisi “kampus digital” itu sendiri, salah satunya adalah “segala usaha untuk mengubah sumber daya kampus yang ada ke dalam bentuk digital berbasis internet, melalui alat atau instrumen yang canggih, sedemikian rupa sehingga kehidupan nyata kampus dapat ditingkatkan melebihi waktu maupun ruang yang ada”2 [Sumber daya itu meliputi semua informasi di lingkungan kampus (jadwal transportasi yang tersedia, perbankan, kantin, ketersediaan fasilitas), sumber daya material (buku, materi/modul pembelajaran) sampai dengan aktivitas kampus (proses belajar dan mengajar, manajemen, dan pelayanan administrasi).

Jika demikian halnya maka jelaslah bahwa kampus digital akan lebih unggul jika dibandingkan dengan yang tradisional. Bayangkan, perpustakaan dapat diakses malam hari langsung dari rumah, tugas dikumpulkan melalui email, pengumuman kampus diakses tanpa harus ke kampus, dan sebagainya.3 Teknologi Informasi (TI) yang merupakan tulang punggung kampus digital, didukung oleh tiga komponen utama,4 computer, communication, dan content. Tentulah yang dimaksud dengan communication adalah jaringan internet. Dengan adanya jalinan kerjasama kampus dengan tiga vendor raksasa teknologi, yaitu Microsoft-Intel-Toshiba maka sudah diperoleh jaminan bahwa dua komponen pertama di atas pasti akan berfungsi sebagaimana dimaksud, sedangkan komponen content tidak sepenuhnya dapat dijamin keberhasilannya karena tergantung dari manusia-manusia pengelola maupun pemakainya.

Baca artikel selengkapnya:  2-strategi-pembelajaran-era-digital-fajar-hardoyono

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: