Realistic Mathematics Education (RME)

Ifada Novikasari *)

*) Penulis adalah Sarjana Sains (S.Si.), dosen di STAIN Purwokerto.

Abstract:

Teaching methods is always developed to make students became easily to understand the lesson. One of the developing methods tries to maka students can apply scientific theories to the real life. In this way, mathematics as pure science gets much attention to be developed. The most fundamental question is how students can utilize mathematics which initially in the form of concept as a formula which can be used in solving problem of life. Realistic Mathematics Education (RME) developed by Freudenthal Instute is a method which harmonize betweeen mathematics concept with reality.

Keywords: mathematics, reality, concept, and RME.

Pendahuluan
Salah satu permasalahan yang muncul terkait dengan dunia pendidikan matematika di tingkat
pendidikan dasar, menengah, dan perguruan tinggi sejak lama adalah bagaimana melakukan
transformasi berbagai konsep matematika yang telah dikenal masyarakat dengan ilmu ‘matimatian’-
nya menjadi konsep-konsep yang mengasyikkan untuk dipelajari dan mudah untuk
diaplikasikan.
Sebagai ilmu dasar, matematika perlu mendapatkan perhatian yang cukup besar karena pada
setiap aktivitas sehari-hari yang dilakukan manusia hampir bisa dipastikan tidak mungkin dapat
terlepas dari kegiatan matematika. Oleh karenanya, kebutuhan untuk mengembangkan pendidikan
matematika merupakan tuntutan yang sulit dihindarkan.
Kecenderungan yang mengarah pada pemenuhan tuntutan tersebut sedikit demi sedikit mulai
tampak. Dalam kurun waktu satu dasawarsa terakhir ini, Kurikulum Sekolah Dasar dan Menengah
di Indonesia mengalami perkembangan ke arah positif. Kurikulum 1994 yang dianggap berorientasi
pada materi ajar (subject-matter oriented) berkembang menjadi Kurikulum 2004 yang secara
konseptual berorientasi pada kompetensi (competency-based). Perkembangan terbaru adalah
Kurikulum 2006 yang berorientasi pada kompetensi dan otonomi sekolah (school-based) dalam
pengembangan kurikulum, terkenal dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Dalam proses pendidikan, kurikulum menempati posisi yang menentukan. Ibarat tubuh,
kurikulum merupakan jantung pendidikan.1 Kurikulum yang dikembangkan dalam praktik
pendidikan di Indonesia selama ini dipandang lebih banyak diorientasikan kepada pencapaian
kemajuan akademik, padahal sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, spektrum tujuan yang harus
dicapai oleh pendidikan lebih luas dari sekadar aspek akademik.2 Oleh karenanya, Kurikulum 2006
(KTSP) diharapkan dapat memberi angin segar bagi perubahan praktik pendidikan di Indonesia,
termasuk pendidikan matematika.

Baca artikel selengkapnya: 7-realistic-mathematics-education-ifada-nofikasari

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: