Profesionalisme Pendidik

Rahman Afandi *)
*) Penulis adalah Sarjana Agama (S.Ag.), sedang menyelesaikan studinya di Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta.

Abstract:

Profession means an occupation that requires a qualification of education, skill, and standardization. As well, a profession also requires social responsibility. Therefore, a teacher as a professional worker has to have a qualification of education so that he can properly does his/her duty and function. In other words, a professional teacher is one that well educated and trained on his/her subject. In detail, a teacher (to some extent including a lecturer) must have proper education concerning on his/her subject, good academic capability, faith and piety, good character, and good emotional and social intelligence.

Keywords: educator, Professional, and enhancing education.

Pendahuluan
Pendidik (guru dan dosen) merupakan salah satu di antara faktor pendidikan yang memiliki peranan strategis sebab faktor pendidik menentukan terjadinya proses belajar mengajar. Di tangan guru-dosen yang cekatan dan energik, pendidikan yang kurang memadai dapat diatasi. Sebaliknya, di tangan pendidik yang kurang cakap, sarana dan fasilitas yang canggih tidak banyak memberi manfaat.
Berangkat dari asumsi tersebut, maka langkah pertama yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kualitas pendidikan adalah dengan memperbaiki kualitas tenaga pendidiknya terlebih dahulu. Dipersyaratkannya Program Diploma Empat (D.IV) atau Sarjana S.1 bagi guru, dan Magister (S.2), maupun Doktor (S.3) bagi dosen merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas pendidik yang dimaksud.
Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik tersebut diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat. Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.2
Demikian pula dosen, ia wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi akademik dosen diperoleh melalui pendidikan tinggi program pascasarjana yang terakreditasi sesuai dengan bidang keahlian. Dosen harus memiliki kualifikasi akademik minimum lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana, dan lulusan program doktor untuk program pascasarjana.3

Baca artikel selengkapnya: 5-profesionalisme-pendidik-rahman-afandi

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: