Pendidikan Anti-Korupsi

Sumiarti *)

*) Penulis adalah Magister Agama (M.Ag.), dosen tetap di Jurusan Tarbiyah (Pendidikan) STAIN Purwokerto.

Abstract:

Corruption is human mentality problem associated with greed and asocial. Ironically, in the
herald of ideal education concept, what that produced was people that more astute and slippery to
corrupt. The rise of white-collar crime is a sign of poor education quality that fail to produce moral people.
Education that have duty to develop human potential and as a cultural inheritance process have huge
share to produce human with good moral, intelligent, and competent, which have vital role to combat
corruption. Education in Indonesia has been distorted and tends to give priority to legal-formal aspect. On
removing corruption context, education has to produce human that have commitment to values and
virtues to become good people, namely explicit to combat corruption.

Keywords: education, corruption.

Pendahuluan
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa pembentukan negara Republik
Indonesia antara lain adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menciptakan kesejahteraan
umum. Dengan amanat tersebut, maka pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem
pendidikan nasional yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas manusia Indonesia dan pada
gilirannya pendidikan yang baik akan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Dalam
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I, pasal 1, disebutkan
bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.1 Jadi, pendidikan mestinya merupakan sarana bagi
rakyat untuk mengembangkan seluruh potensi jasmani, rohani, dan akalnya agar dapat melaksanakan
fungsinya sebagai manusia seutuhnya. Pengembangan potensi ini tentu saja ke arah yang positif,
sebagaimana tertuang dalam pasal 3, bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab.2 Berbagai
upaya telah dilakukan pemerintah untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional agar dari rahim
pendidikan Indonesia lahir manusia yang memiliki performance sebagaimana yang diharapkan.

Baca artikel selengkapnya: 4-pendidikan-anti-korupsi-sumiarti

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: