Kompensasi Pendidikan

Rohmat *)

*) Penulis adalah Magister Agama (M.Ag.), dosen tetap di STAIN Purwokerto.

Abstract:

Compensation is a kind of reward to educational worker for his/her knowledge, professionalism, time, and
thought that have been dedicated to realize school commitment to produce qualified output. Compensation and teacherperformance have straight relationship. The higher compensation levels the more effective teacher performance to enhancing education quality. Decentralization in education must be focused on developing local potential in every education organization. It has to develop a balanced effort to give great attention to teacher profession and remove any dichotomy in education. Teachers with state or private status have equal obligation to enhance education quality. Compensation becomes an important element to realize this objective.

Keywords: compensation, benefit, and education decentralization.

Pendahuluan

Kompensasi sangat berkaitan dengan pembiayaan. Secara teoretis, di bidang apapun kompensasi
menjadi penting, terlebih dalam bidang pendidikan, di mana lembaga pendidikan dipandang sebagai
produsen jasa pendidikan yang menghasilkan keahlian, keterampilan, ilmu pengetahuan, karakter, dan
nilai-nilai yang dimiliki lulusan. Kompensasi merupakan salah satu faktor pendukung bagi terwujudnya
profesionalitas guru. Profesionalitas guru menjadi tuntutan sejalan dengan kebijakan desentralisasi
pendidikan. Desentralisasi pendidikan menuntut kreativitas guru yang cukup tinggi untuk mengadakan
inovasi dan seharusnya diikuti dengan semangat reformasi pendidikan.
Reformasi pendidikan harus dimulai dari perbaikan proses belajar-mengajar di kelas. Hal ini berkait
erat dengan profesionalitas. Guru sebagai faktor yang esensial dalam keberhasilan pendidikan semetinya
harus diberikan layanan kompensasi yang memadai. Pimpinan institusi pendidikan (kepala sekolah,
rektor, ketua) harus berlaku juga sebagai pimpinan pendidikan yang dapat membantu dan mendorong
masyarakat turut mewujudkan kualitas pendidikan.1
Optimalisasi kegiatan pendidikan dalam menunjang kualitas pendidikan dapat dipandang sebagai
pelayanan (services) terhadap peserta didik selama belajar. Pendidikan sebagai proses produksi
menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan komponen input dalam
suatu sistem pendidikan. Pada skala ekonomi mikro dan tingkatan keluarga atau lembaga pendidikan,
tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen (lembaga) dengan biaya konsumen
(masyarakat).2 Lembaga pendidikan pada umumnya tidak langsung menanggung seluruh biaya karena
gaji tenaga pendidikan dan sarana pendidikan bersumber dari pemerintah. Uang pemerintah sebagian
besar dari masyarakat melalui pembayaran pajak. Pajak yang dibayar masyarakat dipandang sebagai
biaya tidak langsung.

Baca artikel selengkapnya: 8-kompensasi-pendidikan-rohmat

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: