Belajar Berfilsafat Melalui Lirik Tembang

Suwartono *)

*)Penulis adalah dosen tetap di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kini dia sedang studi Program Doktoral (S3) Pendidikan Bahasa di UniversitasNegeri Jakarta.

Abstract:

In this paper song lyrics are seen as a literary work. They are identical in nature to poems. However, to most of us, song lyrics are more familiar than poems. This paper argues that by appreciating songs (lyrics) one’s philosophical power becomes trained. Its content, that is quite often rich in hermeneutics (related to interpretation), semiotics (related to symbols) and esthetics (related to arts, beauty) – some of the approaches to philosophy, might be responsible for this. For illustrations, four selected, analysed song lyrics have been presented here.

Keywords: song lyrics, literary work, philosophy, hermeneutics, semiotics, and esthetics.


Pendahuluan

Berpikir mendalam masih belum membudaya di tengah-tengah masyarakat kita. Dalam kehidupan sehari-hari orang hanya ingin praktisnya saja, tidak berpikir yang prinsip, apalagi berpikir hingga tataran hakikat. Nilai-nilai etika, moral, dan agama kerap kali dilanggar. Itulah sebabnya, krisis multi-demensional melanda negeri ini, yang hingga makalah ini ditulis belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Untuk mengatasi hal ini kuncinya terletak pada faktor manusianya, sebab dengan kelengkapan akal budi atau pikiran yang ada padanya ia meminjam istilah Bronowski, merupakan “shaper of the landscape1 – penentu bentuk dunia ini. Di dalam al-Qur’an sebagai pegangan hidup pemeluk agama Islam, Allah menyampaikan firman-Nya bahwa Dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum bila kaum itu sendiri tidak mengubahnya. Tidak sedikit ayat al-Qur’an yang diakhiri dengan perkataan afala ta’qilun, afala tatafakkarun, afala tatadzabbarun –perintah untuk berpikir.2 Dengan demikian, telah diserahkan kepada manusia dengan kemampuan berpikirnya untuk menentukan arah hidup dan kehidupan ini.

Sebagaimana jelas tersurat dalam judul makalah ini, lirik tembang sebagai bagian dari karya seni bahasa akan coba dikaitkan dengan filsafat, yang bagi sebagian orang dikonotasikan sebagai sesuatu yang melangit. Makalah ini menyajikan sisi indah filsafat dengan mengangkat lirik tembang sebagai objek kajian. Bahan yang disajikan diharapkan akan berimplikasi pada pembentukan watak anak bangsa yang tengah memprihatinkan pengajaran serta pembelajaran bahasa Inggris yang masih terpuruk.

Baca artikel selengkapnya: 3-belajar-berfilsafat-suwartono

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: