Pendidikan Nilai: Telaah tentang Model Pembelajaran

Subur *)
*) Penulis adalah Magister Agama (M.Ag.), dosen STAIN Purwokerto.

Abstract:

A nation that praises Divine value, progress, and humanity will always sensitive about value issue. Value become reference and parameter each time human think, stand, and act. It because value is important aspect of civilized human life. Values will always being sought, obeyed, and acted; even not every man can practice it perfectly, especially in this materialistic and hedonistic era. Value internalisation will become harder. However, changing behaviour and life tendency that producing much clash and conflict causing human awareness about importance of value. Here, value can be developed through many models according to human character.

Keywords: value, meaning, structure, and valuelearning strategy.

Pendahuluan

Wajah kehidupan bangsa Indonesia yang kita saksikan saat ini, seperti tindakan korupsi yang menggurita, perilaku melanggar berbagai aturan yang seolah telah menjadi kebiasaan, tidak disiplin waktu, sikap hidup pragmatis/hedonis, rendahnya etos kerja, lemahnya semangat enterpreneourship, sedikitnya tenaga profesional, dan banyaknya perilaku kekerasan dengan berbagai bentuknya secara langsung atau tidak merupakan potret buram dan produk institusi pendidikan. Hal ini sekaligus juga menjadi indikator bahwa pendidikan kita gagal dalam menjalankan fungsinya.
Pendidikan yang berlangsung selama ini lebih banyak mengejar target formalitas dan kurikulum yang telah ditetapkan, tetapi kurang banyak menekankan pada pencapaian tujuan yang berdimensi pembentukan watak dan kepribadian (character building). Proses pembelajaran yang berkembang masih lebih banyak berorientasi pada penguasaan pengetahuan (kognitif domain) dengan menggunakan model pembelajaran yang monolog, teks book, verbalistik (meski sudah mulai banyak dikenalkan berbagai strategi pembelajaran aktif, tetapi ironis juga karena di kalangan peserta
didik tidak memiliki landasan kultural yang kokoh, fasilitas yang minim, dan tenaga pendidik yang ada merupakan stok dan produk lama dengan kultur yang lama pula). Oleh karena itu, tidaklah mengherankan meskipun bangsa ini secara teritorial sudah merdeka dan pendidikan sudah berlangsung berpuluh-puluh tahun, tetapi tidak begitu signifikan dalam melahirkan perubahan perilaku out-put ke arah yang lebih maju, adil, manusiawi, dan profesional. Situasi di atas tentu
menimbulkan kegelisahan bahwa ada permasalahan yang cukup memperihatinkan dalam dunia pendidikan di negeri ini.
Penekanan terhadap pendidikan nilai merupakan bagian penting yang sering terlupakan dalam proses pendidikan selama ini. Padahal substansi dari pendidikan itu sendiri adalah proses untuk mengembangkan watak optimisme dalam diri manusia, memberikan kesadaran kritis agar manusia mampu mengembangkan penalaran, memanggil kepada manusia akan kebenaran hakiki, dan memberikan pencerahan iman serta akal budi manusia1

Dengan pendidikan yang sangat menekankan pada aspek nilai diharapkan akan lahir manusia yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap penegakan nilai-nilai kebenaran, keadilan, kemanusiaan, dan kemajuan yang merupakan nafas (ruh) dalam kehidupan manusia di bumi ini.

Baca artikel selengkapnya: `1-pendidikan-nilai-subur

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: