Model-Model Evaluasi Pendidikan

Rohmad Qomari *)

*) Penulis menyelesaikan S-1 di IAIN Sunan Kalijaga Fakultas Tarbiyah dan S-2 Universitas Negeri Yogyakarta. Sejak Oktober 2003 menduduki jabatan Lektor Kepala di STAIN Purwokerto. Sekarang sedang mengikuti Program
Doktor By Research di UIN Yogyakarta.

Abstract:

On learning literature, there many kind of learning model design, for example model developed by Winarno Surakhmad, Winkel, Hisyam Zaini et al., Briggs and Wager, Gerlach and Ely, and Kemp. Those models design have component and pattern that different each other, from model that have dominant quantitative measure like measurement model and model that using qualitative approach as illuminative model. By studying many models and broaden view not only to one model approach, and even combine (merger) between two or more models, or even developing our specific model. As one basic rule, good evaluation have to comply with several principle, namely validity, reliability, objectivity, continuity, and com-prehensive so the resulted information can became source to make right and wise decision.

Keywords: evaluation, learning, measurement model, illuminative model.

Pendahuluan
Dalam khazanah pembelajaran terdapat bermacam-macam model desain pembelajaran, misalnya model yang dikembangkan oleh Winarno Surakhmad, Winkel, Hisyam Zaini dkk., Briggs dan Wager, Gerlach dan Ely, dan Kemp.1 Dari model-model desain tersebut komponen dan pola antara yang satu dengan lainnya terdapat perbedaan. Meskipun demikian, dari berbagai desain pembelajaran tersebut terdapat komponen-komponen yang termasuk komponen pokok, yaitu tujuan,2 materi, strategi, media,
dan evaluasi. Tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai; materi adalah bahan yang dipelajari siswa atau diajarkan guru kepada siswa; strategi adalah langkah-langkah yang ditempuh siswa dan/atau guru dalam mempelajari (guru=mengajarkan) materi pelajaran untuk mencapai tujuan; media adalah sarana untuk memudahkan pencapaian tujuan; dan evaluasi adalah proses untuk mengetahui pencapaian hasil dan efektivitas pembelajaran. Dengan demikian, evaluasi merupakan salah satu komponen pokok yang
selalu ada dalam pembelajaran. Dengan kata lain, sebuah pembelajaran tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan evaluasi.

Secara umum, evaluasi memiliki dua fungsi utama yaitu untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa dan hasil mengajar guru.3 Pengetahuan tentang hasil belajar siswa terkait dengan sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi-kompetensi yang telah ditetapkan. Hasil mengajar guru terkait dengan sejauh mana guru sebagai manajer belajar siswa4 dalam hal merencanakan, mengelola, memimpin, dan mengevaluasi.

Baca selengkapnya: 1-Model-model evaluasi pendidikan – rohmad qomari

About these ads

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: