Variasi dan Register Bahasa dalam Pengajaran Sosiolinguistik

Sunahrowi *)

*) Penulis adalah Sarjana Sastra Prancis (S.S.) alumni Universitas Negeri Semarang (Unnes). Kini sedang studi S-2
Prodi Sastra Indonesia Jurusan Ilmu Humaniora Sekolah Pascasarjana Gadjah Mada.

Abstract:

Teaching sociolinguistics is so important since it involves at least two disciplines, i.e. social studies and lingusitics. Sociolinguistics is a study of language linking to social circumstance. There are so many varieties of social classification, such as sex, age, status and classes in collective life that rise so many languange variation. Language variation is usually influenced by at least three factors; geographical area that rise local dialect, social factors relating to social classes and status, and educational background. Those aspects develop social dialect and register.

Keywords: Variation, Register, Sociolinguistics, and Teaching.


Pendahuluan

Pengajaran sosiolinguistik, terutama pada mahasiswa di perguruan tinggi bertujuan untuk
memperkenalkan tentang hakikat keberadaan bahasa di dalam masyarakat. Bahasa dan masyarakat
merupakan dua hal yang saling berkaitan, keduanya mempunyai hubungan layaknya hubungan
simbiosis mutualisme, hubungan antara dua makhluk hidup yang saling menggantungkan dan
menguntungkan. Hubungannya tampak jelas bahwa ujaran dan bunyi disebut sebagai bahasa jika
berada dan digunakan oleh masyarakat. Masyarakat tidak dapat berjalan (survive) tanpa adanya
bahasa yang berguna sebagai sarana untuk saling berinteraksi dan bekerjasama antarindividu di
masyarakat. Lembaga-lembaga yang dibentuk oleh anggota masyarakat dipertahankan dan
dikembangkan dengan menggunakan bahasa. Tiada satu segi kehidupan yang dapat dipisahkan
dengan bahasa. Kita memanipulasi, membujuk, mengejek, dan bernegosiasi tanpa kita sadari bahwa
kita sedang terlibat dalam pelaksanaan kehidupan berbahasa.
Keberagaman bahasa akan dapat dijangkau, diketahui, dan dipahami oleh siswa maupun
mahasiswa melalui pengajaran sosiolinguistik, yaitu ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa
dan kaitannya dengan masyarakat. Secara sederhana Pride dan Holmes merumuskan sosiolinguistik
sebagai “……the study of language as part of culture and society,” yaitu kajian bahasa sebagai bagian
dari kebudayaan dan masyarakat.1 Sosiolinguistik menelaah penggunaan bahasa sebagai alat
interaksi anggota masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat sebagai unsur penting di
samping bahasa sendiri dalam penelaahan sosiolinguistik. Tata bahasa tidak lengkap apabila dalam
kaidah-kaidahnya tidak dimasukkan faktor sosial seperti umur, keluarga, latar belakang, dan
kelompok masyarakat. Faktor sosial berpengaruh terhadap munculnya variasi bahasa, baik berupa
kalimat maupun ujaran dalam masyarakat.

Baca artikel selengkapnya: 6-variasi-dan-register-bahasa-sunahrowi

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: